Author name: Boris Tampubolon

MA Tegaskan Tidak Ada Upaya Hukum Banding Dan Kasasi Terhadap Putusan Bebas

Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agun No. 4 Tahun 2026 (SEMA 4/2026). Inti dari SEMA 4/2026 itu adalah penegasan bahwa tidak ada upaya hukum banding ataupun kasasi terhadap putusan bebas. MA mengeluarkan SEMA 4/2026 ini karena dari pengamatan MA tidak ada atau belum ada kesepahaman atau kesatuan hukum terkait persoalan ini. Sehingga untuk […]

MA Tegaskan Tidak Ada Upaya Hukum Banding Dan Kasasi Terhadap Putusan Bebas Read More »

Tanda-Tanda Perjanjian atau Kontrak Anda Berisiko Tinggi

Dalam Praktek, tak jarang masalah bisnis terjadi bukan karena niat buruk para pihak. Melainkan karena perjanjian yang disusun tidak memperhatikan aturan atau tidak mengantisipasi resiko-resiko hukum yang mungkin muncul di kemudian hari. Perjanjian yang baik haruslah bisa mengakomodir atau melindungi kepentingan para pihak. Bila perjanjian dibuat dengan tidak baik, maka akan beresiko menimbulkan masalah di

Tanda-Tanda Perjanjian atau Kontrak Anda Berisiko Tinggi Read More »

Direksi BUMN Menghadapi Pemeriksaan? Pahami Dulu Perubahan Aturan tentang Kerugian Negara

Peraturan perundang-undangan sekarang ini sudah berubah. Perubahan ini tidak hanya pada peraturan hukum pidana semata, melainkan juga peraturan di luar hukum pidana yang punyakaitan dengan hukum pidana. Adanya perubahan ini, otomatis mempengaruhi unsur-unsur pembuktian di dalam pasal-pasal pidana. Khususnya Pasal yang berkaitan dengan korupsi “unsur kerugian negara” Undang-Undang BUMN yang baru: Undang-Undang  No. 16 Tahun

Direksi BUMN Menghadapi Pemeriksaan? Pahami Dulu Perubahan Aturan tentang Kerugian Negara Read More »

APH Jangan Terburu-buru Memidanakan: Sanksi Administratif Harus Didahulukan

Banyak terjadi perdebatan. Mana yang musti didahulukan, Sanksi Administratif atau Pidana. Dalam praktek, kita sering lihat: Pejabat, Pengusaha, atau Pelaku Ssaha langsung disanksi pidana padahal ada sanksi Administratif yang wajib didahulukan. Sekarang sudah tidak boleh lagi seperti itu. Sanksi Administratif wajib didahulukan. Bila Sanksi Administratif sudah dikenakan dan dilaksanakan, maka pidana tidak boleh lagi Sanksi

APH Jangan Terburu-buru Memidanakan: Sanksi Administratif Harus Didahulukan Read More »

Kesalahan Fatal dalam Menyusun Perjanjian Kerja Sama

Dalam dunia bisnis, perjanjian merupakan instrumen yang sangat penting. Sebab, dalam perjanjian-lah segala aturan main para pihak dituangkan. Mulai dari hak dan kewajiban, pembagian resiko, tanggung jawab, serta cara penyelesaian bila muncul perselisihan akibat bisnis yang tidak berjalan sesuai harapan. Dalam pengalaman saya, banyak masalah terjadi -padahal bisnisnya bernilai miliaran rupiah- bukan terjadi karena niat

Kesalahan Fatal dalam Menyusun Perjanjian Kerja Sama Read More »

Kesalahan Direksi yang Berpotensi Menjadi Perkara Pidana

Tidak semua keputusan bisnis Direksi ambil atas nama perusahaan akan menjadi tanggung jawab perusahaan semata. Dalam keadaan tertentu, Direksi juga bisa dimintai pertanggungjawaban pribadi bila keputusannya memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Tak sedikit keputusan bisnis malah berujung pidana. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi bila sejak awal sang Direksi mampu melakukan upaya

Kesalahan Direksi yang Berpotensi Menjadi Perkara Pidana Read More »

Pemilik Perusahaan Perlu Tahu: Kapan Beneficial Owner Bisa Dijerat Hukum?

Selamat malam Bapak Boris Tampubolon, Advokat dan Konsultan Hukum. Kami ingin bertanya. Dalam tindak pidana korupsi yang terdakwanya adalah perorangan yang kebetulan menjabat sebagai direktur di perusahaan, tapi beneficial owner juga ikut menjadi terdakwa dan dimintai pertanggungjawaban karena ia sebagai pemilik manfaat. Apakah secara hukum itu tepat? Jawaban Intisari: Beneficial owner (pemilik manfaat) hanya bisa

Pemilik Perusahaan Perlu Tahu: Kapan Beneficial Owner Bisa Dijerat Hukum? Read More »

KUHP Baru: Hakim Wajib Menguntamakan Keadilan

Dalam praktek, antara kepastian hukum dan keadilan selalu menjadi perdebatan utama. Dalam penanganan perkara, ada pihak-pihak yang mengutamakan argumen kepastian hukum, ada juga yang mengutamakan keadilan. Semua statement ini punya dasar teori yang kuat. Masalahanya, ini menjadi tidak jelas. Kapan hakim harus memutus berdasarkan keadilan, dan kapan ia harus memutus berdasarkan kepastian hukum. Pada akhirnya,

KUHP Baru: Hakim Wajib Menguntamakan Keadilan Read More »

Lindungi Perusahaan Anda: Siapa Saja yang Dapat Dimintai Pertanggungjawaban Korporasi?

Selamat siang Bapak Advokat dan Konsultan Hukum Boris Tampubolon, kami mohon bantuannya. Tapi sebelumnya kami ingin bertanya, bila ada masalah pidana pada korporasi kami, maka siapa saja yang bisa dimintakan pertanggungjawaban korporasi? Terimakasih. Jawaban: Intisari: Yang bisa dimintakan pertanggungjawaban atas tindak pidana korporasi adalah Korporasi itu sendiri, pengurus yang mempunyai kedudukan fungsional, pemberi perintah, pemegang

Lindungi Perusahaan Anda: Siapa Saja yang Dapat Dimintai Pertanggungjawaban Korporasi? Read More »

Pembuktian Unsur Turut Serta Dalam KUHP Baru

Bagaimana pembuktian unsur turut serta dalam KUHP baru? Jawaban: Intisari: Seseorang dianggap turut serta melakukan tindak pidana apabila bisa dibuktikan: Meeting of mind (kesepakatan untuk melakukan perbuatan jahat), dan; Adanya kerjasama atau tindakan yang nyata di antara mereka. Dalam KUHP yang lama, memang tidak ada ukuran yang jelas bagaimana seseorang bisa dianggap turut serta melakukan

Pembuktian Unsur Turut Serta Dalam KUHP Baru Read More »